0817-640-3452

Bang Tani Ampelgading - Pemalang 52364

Media informasi untuk mengenal dan mencari informasi dunia tani

Senin, 20 Agustus 2018

KELOMANG Yang Takut Telanjang

Ia jenis binatang sopan. Ia berpakaian bukan karena malu kalau terlihat telanjang atau ketahuan penemunya, tapi ia ingin melindungi bagian perutnya yang lunak dari sasaran pemangsa atau temannya yang kanibal. Bukan bikinan sendiri, busana itu memang barang pinjeman. Bisa apa saja. Kalau selongsong peluru coco, ya dipakai. Pas ketemu bohlam pun oke asalkan sreg. Tapi ia lebih demen cangkang siput.

Orang sering salah kaprah. Kelomang alias pong-pongan (Jawa Tengah atau kumang, Jawa Barat itu dianggap sebangsa siput atau keong keluarga Gastropoda. Padahal, sebenarnya binatang yang sering dijajakan sebagai barang “mainan” di depan Sekolah TK atau SD kita ini kerabat Crustacea. Masih keponakaan udang dan kepiting, Itu salah.

Yang kedua, banyak orang menyangka, ia membuat sendiri cangkang atau pakaiannya yang terus tumbuh seiring dengan perkembangan tubuhnya seperti siput. Nyatanya, ia suka gonta-ganti cangkang begitu terasa sumpek karena mulai kekecilan. Kalau kebetulan sedang tak mendapat pinjaman, demi keselamatan diri terpaksa ia menyeludupkan tubuhnya yang bugil ke dalam pasir.

Orang Ingris malah lebih tepat menamainya sebagai hermit crab. Bersepi dan tampak seperti pertapa yang tengah bersembunyi bersemayam dalam goa. Manakala sedang bertelanjang ria, julukan yang pas untuk dia mungkin hermit prawn atau hermit lobster.

Secangkah Berdua
Umur harapan hidup kelomang lumayan panjang, sekitar 10 tahunan. Maka, pakaiannya pun bermacam ukurannya. Mulai dari ukuran bayi sampai ukuran dewasa. Enaknya, ia tak perlu punya anggaran dana untuk beli mesin cuci otomatis buat pakaiannya yang kotor. Apalagi setrika. Asal masih muat, ya dipakai terus. Baru timbul masalah jika yang lama sudah terasa sempit. Kalau enggak ingin mati konyol gara-gara perutnya yang empuk digerogoti pemangsa, mau tak mau ia harus cari baju pinjaman baru lagi.

Untuk itu ia akan berkeliling sembari ber-window shopping di “Pesisir Indah Mall”. Begitu ketemu yang cocok ukurannya, takpeduli modelnya ketinggalan zaman atau tidak, tanpa malu-malu ia ganti baju disitu. Maklum, ini mal model pasar senggol, tanpa kamar pas segala. Kalau lagi ketiban sial tidak ada yang pas, sementara baju di badan sudah sempit, terpaksa ia berbugil ria masuk ke dalam pasir yang basah. Meski sudah bersembunyi, tak berarti sepi bahaya.

Di tempat persembunyianya bisa saja ia diterkam sesamanya. Kanibalisme antar kelomang bukan barang haram. Sebab, meraka termasuk omnivore, pemakan segala. Lucunya, jika sudah lama berkeliling tak juga nemu baju sesuai ukuran,ia ngecengin kelomang lain. Siapa tahu ada teman baik hati yang mau diajak tukar pakaian. Ini kebiasan lumrah di kalangan mereka. Syukur-syukur ada yang pas sehingga tak perlu repot ke tukang permak. Bila pencarian di “Pesisir Indah Mall” tak membawa hasil,ia terpaksa mengunjungi “pasar” di perairan dangkal yang becek.

Itu wilayah tetangga yang dihuni kelomang laut. Namun, ia pura-pura cuek. Di sela-sela batu karang memang sering teronggok baju kelomang laut yang terbuang. Kalau tidak ada juga, kelomang pedalaman yang kebelet ganti baju ini bisa kalap. Jika menaksir baju yang sedang dipakai kelomang laut, ia bisa tega membunuh demi merebut baju itu.Meski pilihan sedikit, kelomang tidak asal pakai, mirip kita juga, mana mau pakai baju sempit meski gratis?

Coenobita brevimanus yang berbadan besar akan  memilih cangkang siput berukuran besar pula dengan aperture (lubang mulut cangkang) sekitar 80 mm, seperti jenis siput turbo (batulaga) atau achatina (bekicot). Coenobita brevimanus dewasa yang bercangkang siput turbo ukuran besar, tetapi berlubang di bagian belakangnya. Otomatis, ujung ekor kelomang dewasa itu terlihat dari luar. Eh, rongga itu malah dimanfaatkan kelomang muda dari spesies yang sama buat berkeliling. Secangkang berdua nih ye….

Ganti kulit, Tanggalkan Baju
Kecuali ukuran, arah putaran cangkang juga menjadi pilihan kelomang waktu mencari baju. Umumnya, anggota spesies kelomang darat memiliki  sepit sebelah kiri lebih besar dan lebih bulat daripada sepit kanannya. Ini membuat ia cenderung memilih cangkang siput yang arah putarannya ke kanan (dekstral). Namun, kelomang darat yang memakai cangkang siput pohon dengan arah putaran ke kiri (sinistral). Sepit kirinya kecil tapi cenderung lebih kuat: mungkin ia punya kelainan bawaan.

Atau karena ia kehilangan sepit kirinya yang semula lebih besar sehingga tidak bisa melindungi dirinya saat sembunyi dalam cangkag sinistral (kelomang punya daya regenari untuk menumbuhkan kembali kaki atau sepit yang patah). Beruntung akhirnya ia menemukan cangkang siput pohon sehingga dapat menggunakan sepit kanannya (yang tidak terlalu besar) untuk menutup mulut cangkang itu.

Seperti saudaranya udang dan kepiting, semua jenis kelomang secara periodic berganti kulit sejalan dengan perkembangan tubuhnya. Ketika akan berganti kulit, kelomang darat akan meninggalkan cangkang yang dia tempati, mengubur diri dalam pasir basah, dan di sana ia melepaskan rangka luarnya. Untuk memenuhi kebutuhan kalsium, ia bisa makan kulit yang terkelupas itu. Lalu mengubur diri sampai kulit baru atau eksoskeleton yang lunak itu mengeras.

Kelomang yang hidup di alam bebas (terutama dari spesies Coenobita carvipes, Coenobita slypeatus, dan Coenobita gosus) cenderung lari menghindar jika ketemu manusia  atau hewan yang bertubuh lebih besar. Ia juga akan berontak saat diangkat dari tanah; bahkan terkadang melompat keluar dari cangkangnya. Begitu jatuh, ia akan berjalan mundur sambil menyembunyikan abdomennya yang lunak menjauhi makhluk yang coba-coba mengusiknya.

Tapi, kelomang yang sudah diperlihara sekian lama tidak liar begitu gayanya.
Itulah kelomang yang tidak suka hidup telanjang karna kebutuhan akan menjaga diri dan menjaga dari musuhnya. Kalaupun kelomang akan mengganti baju (cangkang) seekor kelomang akan mencari dengan susah payah agar bisa mendapatkan cangkah yang sesuai dengan tubuhnya sekarang.


Sumber  : Majalah Intisari. Januari 2001

Tidak ada komentar:
Write Post a Comment

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it fandi_almizan
Join Our Newsletter