0817-640-3452

Bang Tani Ampelgading - Pemalang 52364

Media informasi untuk mengenal dan mencari informasi dunia tani

Senin, 20 Agustus 2018

Etika Berbusana Bagi Seorang Pendidik


Salah satu usaha yang dilakukan agar anak didik betah berada dan belajar disekolah dan selalu tertarik terhadap setiap ucapan, serta sikap yang dilakukan seorang guru. Maka seorang guru hendaklah memiliki kepribadian yang kuat. Untuk ini pengetahuan tentang berbusana merupakan salah satu faktor yang juga ikut menentukan dalam prose belajar mengajar. Pengakuan terhadap wibawa guru tidak usah diminta, tetapi akan muncul dengan sendirinya dari anak didik, asal guru bisa menempatkan salah satu faktor penyebab kewibawaan guru yakni bagaimana guru berbusana yang baik. Guru diharapkan menyadari benar-benar, mengapa guru dituntut berbusana pantas sesuai dengan martabat dan perannya, tidak sembarngan menurut selera pribadi.

KEGUNAAN BERBUSANA
Orang yang tidak mengerti fungsi busana, sering mengenakan busana yang tidak memperhatikan pantas atau tidak melanggar norma kesusilaan atau tidak, melanggar kode etik guru atau tiak, indah atau acak-acakan dsb.
Sehubungan dengan itu ada tiga fungsi atau kegunaan busana yang perlu difahami yakni :

1.   Untuk melindungi badan dari pengaruh luar, seperti : hawa dingin atau panas, sinar matahari, hujan, angin, benda tajam dan masih banyak lagi.
2.   Untuk memenuhi sarat peradaban dan kesusilaan. Peniruan cara berbusana serta jenisnya yang dikarenakan, disesuaikan norma susila yang berlaku dalam lingkungan masyarakat sesorang. Kita berbusana harus sesuai dengan kepribadian. Pribadi seorang guru lain dengan pribadi seorang pedagang, pegawai kantor ataupun pribadi artis.
3.   Untuk memenuhi rasa keindahan. Mengapa demikian ? Sebab busana dapat membuat penampilan diri lebih menarik. Busana dapat dibuat sedemikian rupa sehingga kekurangan-kekurangan pada bentuk badan seseorang dapat ditutupi. Seseorang dengan busana yang serasi dalam kombinasi warna, hiasan yang dipakai serta model yang sesuai akan menambah keindahan dan daya tarik.

PENGARUH BUSANA
Busana dapat mempengaruhi jasmani dan rokhani seseorang.
1.    Pengaruh terhadap jasmani, misalnya :
  • Pakaian yang tidak memenuhi syarat kesehatan seperti pakaian yang terlalu sempit akan menghambat peredaran darah dan akan mengubah bentuk badan serta menghambat pernafasan.
  • Pakaian yang kotor dan jarang dicuci, akan berbau tidak enak dan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit kulit.
2.  Pengaruh terhadap rohani, misalnya :
  • Busana yang tidak enak dipakai akan memberi rasa tidak senang pada sipemakai. Akan merasa serba canggung. Timbul rasa rendah diri. Malu bergaul dsb.
  • Orang yang berbusana rapi, harmonis,menarik perhatian orang dan biasanya mendapat penghormatan dan pelayanan yang baik. Hal ini dapat menimbulkan rasa senang, percaya diri sendiri, tidak ikut takut bergaul dengan siapapun juga.

JENIS-JENIS BUSANA
Jenis busana dapat dibedakan dalam dua golongan besar, yaitu :
1.    Busana luar : Semua busana yang dapat dipakai diatas busana dalam dan dapat dipakai keluar rumah dan menerima tamu.
Jenis Busana Luar :
1.    Pakaian Kerja : Fungsinya untuk berkerja, jadi akan cepat kotor. Maka perlu dipilih bahan yang kuat, banyak menghisap air, tahan cuci dan seterika, tahan luntur, mudah pemeliharaannya. Model praktis, tidak mengganggu pekerjaan dan warna tidak menyolok.
2.    Pakaian bebepergian, termasuk di dalamnya : 
  • Pakaian Pesta : Memilih pakaian pesta harus disesuaikan dengan pestaya pesta resmi, setengah resmi, tidak resmi. Dalam pesta resmi sebaiknya wanita mengenakan kain kebaya, untuk pria mengenakan celana panjang, kemeja, jas dan dasi.
  • Pakaian Rekreasi : Model pakaian sesuai dengan gerakan yang bebas dan warna meriah.
  • Pakaian Upacara Kedukaan : dipakai suasana berkabung, warna putih, biru tua, kelabu.
3.    Pakaian olah raga : Dipakai dalam gerakan yang banyak, maka harus kuat, mudah dibersihkan, menghisap keringat. Modelnya praktis, tidak mengganngu, tidak menyolok.
4.    Pakaian adat : Tergantung dari kebiasan tiap daerah.

PRIBADI YANG MENARIK
Tiap manusia mempunyai cirri-ciri khasnya sendiri yang merupakan daya tarik bagi manusia lainnya. Kalau dilihat dari bentuk luarnya, bagi wanita wajah cantik dan bentuk-bentuk badan yang ideal merupakan daya tarik yang penting. Sedangkan bagi pria tubuh yang tegap, kuat, ganteng, ramah tamah, merupakan impian bagi wanita. Tetapi kenyataan menunjukkan bahwa daya tarik seseorang tidak hanya terletak pada bentuk luarnya, penampilan diri yang sebaik-baiknya dalam wujud : badan sehat, bersih, rapi, pakaian serasi, tingkah laku sopan, jujur, dapat menghargai orang lain merupakan daya tarik yang lebih menentukan. Setiap orang dapat berusaha untuk memiliki pribadi yang menarik.


Kepribadian seseorang dapat dilihat dari beberapa segi, diantaranya :
1.   Sikap Mental dan Fisik
2.   Cara Berbusana dan Merias Diri
  • Sikap Mental Fisik. Sikap Mental : Kepribadian seseorang terlihat pada sikap dan seluruh tingkah lakunya yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan masyarakat sekelilingnya. Untuk dapat diterima lingkungan hidupnya, seseorang harus menyesuaikan dirinya dengan tata cara yang berlaku dalam lingkungan tsb. Dalam usaha menyesuaikan diri ini ia dapat berhasil dengan baik, jika ia mememang sungguh-sungguh mau berusaha. Sebaliknya akan mengalami kegagalan kalau ia bersikap acuh tak acuh pada lingkungannya. Untuk menentukan sikap yang tepat, seseorang harus melatih diri dalam pergaulan. Kepribadianya akan menarik jika ia luwe, jujur, penuh tenggang jawab. Beberapa cara melatih diri dalam pergaulan agar memiliki sikap mental yang tepat : yang utama adalah kesediaan untuk menghormati dan memahami pendapat orang lain. Tidak ragu-ragu mengakui kesalahan sendiri, tidak curang, membiasakan diri melihat hal-hal yang baik. Selanjutnya dapat disempurnakan dengan nada suara, tutur kata dan tegur sapa yang menarik. Orang yang berbicara keras dan membentak-bentak akan dijauhi orang lain.
  • Sikap Fisik : Sikap sehari-hari waktu duduk, berdiri, atau berjalan perlu diperhatikan. Sikap duduk : dipengaruhi tinggi rendahnya kursi. Kursi yang terlalu rendah menyebabkan letak lutut lebih tinggi kaki akan tergantung. Jadi sikap duduk yang baik memerlukan kursi yang sesuai dengan tinggi badan dan panjang kaki. Meletakkan tulang punggung tetap tegak tetapi tidak kaku. Tulang kedudukan diletakkan pada tempat duduk yang seenak mungkin. Lutut dirapatkan. Lengan diletakkan dipangkuan sehingga tercapai keseimbangan tubuh. Kepala tegak menghadap tujuan.
  • Sikap Berdiri : tegak atau dalam keadaan istirahat. Syarati-syarat yang harus diingat ialah usahakan beridiri seluas mungkin dengan telapak kaki rata pada lantai. Berat badan terletak seimbang pada kedua kaki. Busungkan dada, kempiskan perut. Lemaskan bahu, lengan disisi. Sikap Berjalan : dipengaruhi oleh kecepatan langkah dan barang yang dibawa. Sikap berjalan hendaknya lurus, badan tegak tetapi tetap lembut. Telapak kaki lurus kemuka.lantai yang dipijak kaki kanan maupun kiri merupakan satu garis. Tumit menyentuh tanah dahulu setiap kali akan mengambil langkah. Langkah tegap, tenang, berirama. Jika membawa beban, usahakan seimbang antara tangan kanan dan kiri. Jika berjalan cepat jangan mengambil langkah panjang sebab akan terlihat seperti menganguk-angguk.

•    Cara Berbusana dan Merias Diri
  • Sikap Fisik : Sikap sehari-hari waktu duduk, berdiri, atau berjalan perlu diperhatikan. Sikap duduk : dipengaruhi tinggi rendahnya kursi. Kursi yang terlalu rendah menyebabkan letak lutut lebih tinggi kaki akan tergantung. Jadi sikap duduk yang baik memerlukan kursi yang sesuai dengan tinggi badan dan panjang kaki. Meletakkan tulang punggung tetap tegak tetapi tidak kaku. Tulang kedudukan diletakkan pada tempat duduk yang seenak mungkin. Lutut dirapatkan. Lengan diletakkan dipangkuan sehingga tercapai keseimbangan tubuh. Kepala tegak menghadap tujuan.
  • Sikap Berdiri : tegak atau dalam keadaan istirahat. Syarati-syarat yang harus diingat ialah usahakan beridiri seluas mungkin dengan telapak kaki rata pada lantai. Berat badan terletak seimbang pada kedua kaki. Busungkan dada, kempiskan perut. Lemaskan bahu, lengan disisi. Sikap Berjalan : dipengaruhi oleh kecepatan langkah dan barang yang dibawa. Sikap berjalan hendaknya lurus, badan tegak tetapi tetap lembut. Telapak kaki lurus kemuka.lantai yang dipijak kaki kanan maupun kiri merupakan satu garis. Tumit menyentuh tanah dahulu setiap kali akan mengambil langkah. Langkah tegap, tenang, berirama. Jika membawa beban, usahakan seimbang antara tangan kanan dan kiri. Jika berjalan cepat jangan mengambil langkah panjang sebab akan terlihat seperti menganguk-angguk.
  • Untuk dapat mengetahui cara berbusana yang baik sebagai guru, perlu ditinjau dari beberapa segi :
1.    Dari segi jenis berbusana yang harus dikenakan busana gru termasuk pakaian kerja. Jadi menurut teori harus dipilih bahan yang kuat, banyak menghisap air, tahan cuci, tahan luntur, mudah pemeliharaannya. Model praktis tidak mengganggu pekerjaan. Warna tidak mencolok.

2.    Ditinjau dari segi tempat bekerja : tempat bekerja seorang guru adalah di sekolah-sekolah. Maka harus di utamakan prinsip “Kesederhanaan”, karena kesederhanaan adalah pangkal kebenaran. Maka dalam berbusana guru sebagaia model/contoh bagi siswanya harus menunjukkan kesederhanaan pula. Sebagai seorang guru harus berbusanan dengan model yang sederhana, tetapi cukup indah dan menarik, mudah bregerak, tangkas tetapi rapi.

3.    Ditinjau dari segi umur : guru adalah seorang pendidik. Dan jika pendidikan adalah usaha kaum dewasa membantu kaum muda mengembangkan segala segi potensinya semaksimal mungkin, maka seorang pendidik dituntut harus seorang yang sudah dewasa. Hubungannya dengan berbusana seorang pendidik atau guru harus mengenakan busana yang cocok untuk orang dewasa.

Jangan mengenakan busana model anak-anak atau remaja. Untuk dapat membedakan busana anak, remaja dan dewasa memang perlu banyak melihat model-model busana pada gambar di majalah-majalah, buku mode, etalase busana. Selanjutnya untuk dapat memantas diri, berbusana termasuk merias diri sesuai adat istiadat atau kebiasaan berdasarkan norma-norma yang baik, perlu mempelajari teori atau aturan-aturannya.

Berbusanan baik tidak berdasarkan naluri pribadi tetapi perlu mempelajari norma atau aturan-aturan yang baik secara umum. Untuk memilih busana yang pantas sebagai seorang guru memang tidak mudah. Untung dengan adanya busana seragam, seorang guru tidak perlu lagi menghadapi permasalahan dalam berbusana. Namun dalam menetapkan bentuk dan modal seragam busana tidak boleh sembarangan. Harus didasarkan pada aturan-aturan busana yang tepat. Maka bagi siapa saja yang kurang memahami tentang teori busana, jika menginginkan busana seragam seyogyanya konsultasi dengan seorang yang memang menguasai dan memahami seluk beluk perbusanaan.


Sumber : Majalah Krida. N. Fatchiyadi

Tidak ada komentar:
Write Post a Comment

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it fandi_almizan
Join Our Newsletter