0817-640-3452

Bang Tani Ampelgading - Pemalang 52364

Media informasi untuk mengenal dan mencari informasi dunia tani

Rabu, 04 Oktober 2017

Cara Budidaya Ayam Kampung

Permintaan daging ayam kampung yang cukup besar memberikan peluang bisnis yang menggiurkan untuk budidaya ayam kampung secara intensif. Ayam kampung biasa dibudidayakan oleh peternak di Indonesia dan mencari makan sendiri. Namun cara ini dipandang masih kurang bernilai ekonomis jika tujuan pemeliharaan untuk profit oriented. Oleh karena itu pola pemeliharaan ayam kampung secara intensif yang mendatangkan keuntungan sebagai sebuah bisnis.

Agar usaha budidaya ayam kampung secara intensif dapat berhasil, diperlukan manajemen dan tata kelola yang baik dan benar. Berikut kami paparkan mulai dari cara pembuatan kandang, cara pemeliharaan, cara pemberian pakan, dan juga pemilihan bibit ayam kampung.

Cara Pembuatan Kandang
Kandang adalah tempat bagi ayam yang akan kita budidayakan. Fungsi untuk bermalam saja dan dapat pula sebagai tempat aktivitas sehari-hari hingga tiba masa jual. Yang harus diperhatikan dalam membuat kandang ayam adalah harus cukup mendapat sinar matahari, cukup mendapat angin atau udara segar serta ukurannya sesuai dengan jumlah ayam yang akan kita pelihara didalamanya (untuk tiap meter persegi untuk 6 ekor ayam dewassa atau 16 ekor ayam remaja atau 100 ekor anak ayam). Dalam membuat kandang tidak perlu mahal atau indah, cukup dari bahan-bahan sederhana seperti kayu, bambu, genting, papan dan lain-lain.

Yang penting kuat dan memenuhi syarat perkandangan. Sedangkan berdasar sistem lantainya maka kandang untuk ayam kampung dapat di bagi menjadi dua :
a.    Kandang sistem lantai litter. Kandang bertumpu pada tanah yang dipadatkan atau disemen lalu ditebarkan kulit padi pada lantai itu setebal 6 cm. Sistem ini banyak digunakan pada kandang ayam kampung serta bisa digunakan juga untuk anak ayam yang dipelihara induknya sendiri.
b.    Kandang dengan lantai cage. Kandang ini tidak bertumpu langsung pada tanah tapi disela dengan ruang penampung kotoran ayam dan setelah itu terdapat lantai bambu berlubang-lubang. Kandang model litter maupun cage dapat dibuat bertingkat.

Cara Pemeliharaan Ayam
Untuk pemeliharaan ayam sendiri pada dasarnya ada 3 cara :
a.    Pemeliharaan Extenif. Untuk cara yang pertama, kita cukup membiarkan ayam yang dipeliharanya untuk tetap hidup tanpa pertimbangan ekonomis.
b.    Pemeliharaan Semi Intensif. Pada cara ini pemilik sudah mulai menerapkan pengetahuan untuk meningkatkan produksi ternaknya.
c.    Pemeliharaan Intensif. Pemilik dalam hal ini sepenuhnya campur tangan sangat berperan dalam kehidupan ternaknya. Perhitungan ekonomis sangat diperhatikan sehingga keuntungan yang diperolehnya akan semakin besar.

Secara umum hal-hal lain yang harus diperhatikan dalam pemelihararan ayam kampung antara lain :
a.    Tujuan pemeliharaan (untuk diambil daging atau telurnya) yang berkaitan dengan jenis-jenis ayam yang dipelihara harus ditentukan lebih dahulu.
b.    Makanan dan pemberian makanan yang berhubungan erat dengan tingkat produktifitas ayam.
c.    Penyakit dan cara pencegahan penyakit. Hal ini sangat penting karena umumnya kegagalan pemeliharaan ayam disebabkan karena adanya serangan penyakit-penyakit ayam yang ganas.
d.    Pengelolaan hasil dan pengembangan usaha. Hal ini berkaitan dengan kemajuan usaha yang dilakukan dalam bidang peternakan ayam.

Cara Pemberian Makanan yang Baik
Ransum (bagian makanan  yang sudah ditentukan takarannya untuk setiap orang atau setiap ternak) ayam kampung sebenarnya bisa dibuat sendiri bisa juga membeli ransum jadi yang banyak dijual ditoko-toko peternakan. Ransum jadi untuk ayam ras juga bisa digunakan untuk ayam kampung. Sedangkan ransum buatan sendiri dapat mempergunakan formula berikut ini :

Sedang jumlah ransum yang diberikan dapat dibagi sebagai berikut :
a.    Umur ayam dalam minggu pertama sampai minggu ketiga 30 gram per ekor per hari.
b.    Umur ayam dalam minggu ketiga sampai minggu ke enam 60 gram per ekor per hari.
c.    Setelah itu jumlah ransum yang diberikan 80 gram per ekor per hari sampai menjelang bertelur.

Cara Pemilihan induk yang baik dan saat mengawinkannya
Pemilihan induk yang baik bisa dilihat dari :
a.    Bentuk  luar, sehat tegap, penampilannya lincah, gesit, mata bulat bening dan bercahaya, rongga perut elastis dan bulu mengkilap serta tidak ada cacat pada tubuhnya.
b.    Berdasarkan catatan, dipilih calon induk yang mempunyai pertumbuhan cepat, produksi telur tinggi, daya tetas tinggi dan tidak punya sifat suka mematuk temannya (kanibal).
Saat mengawinkan setelah ayam berumur  6 bulan dengan perbandingan 1 pejantan untuk 10 betina. Yang penting diperhatikan adalah mengistirahatkan pejantan selama 1 minggu dengan jalan memisahkan dari ayam betina setelah selama 1 bulan dicampur dengan ayam-ayam betina.


Sumber : Majalah Krida 15

Tidak ada komentar:
Write Post a Comment

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it fandi_almizan
Join Our Newsletter