0817-640-3452

Bang Tani Ampelgading - Pemalang 52364

Media informasi untuk mengenal dan mencari informasi dunia tani

Rabu, 25 Oktober 2017

Budidaya Ikan Lele Agar Bisa Panen Dalam 2 Bulan


Perkembangan budidaya lele sangat tergantung pada pemberian pakannya. Oleh karena itu jika kita ingin cepat masa panen budidaya lele bisa membuat pakan alternatif dengan bahan-bahan yang bisa kita dapatkan disekitar kita. Ada dua jenis bahan yang bisa kita gunakan dalam pembuatan pakan lele. Yang pertama darah hewan dari pemotongan dan jeroan hewan, darah hewan sangat baik untuk pertumbuhan bibit lele karena mengandung gizi yang tinggi. Darah hewan yang bisa kita gunakan adalah darah kambing, darah sapi, atau kumpulan darah ayam potong.

Jerian ayam potong juga bisa kita berikan sebagai pakan selain darah hewan potong. Tempat pemotongan hewan yang ada disekitar anda bisa dengan mudah mencari sisa-sisa jeroan ayam.

1.    Limbah Ikan dan Sisa Tangkapan Nelayan
Sisa limbah ikan dari tangkapan nelayan dapat diperoleh dari penjual ikan pada usaha pemindangan ikan. Sisa limbah ikan ini, selain baik untuk pertumbuhan lele, juga menjadi cara penghematan biaya pemeliharaan, karena kita bisa mendapatkan limbah ikan dengan secara Cuma-Cuma karna tidak diperjualbelikan.

Jika lokasi budidaya ikan lele anda dekat dengan pantai, akan lebih menguntungkan karna cukup mudah mendapatkan dari nelayan dan sudah tidak layak dikonsumsi oleh manusia. Limbah ikan nelayan bisa kita dapatkan dengan murah jika memang ada yang jual dan baik untuk masa pertumbuhan lele. Pemberian pakan sisa ikan bisa anda berikan secara langsung. Namun, jika ukuran ikan limbah cukup besar, sebaiknya cincang terlebih dahulu.

2.    Pemberian Suplemen
Sama seperti usaha budidaya ikan lainnya, budidaya ikan lele juga memerlukan suplemen untuk meningkatkan selera makan lele. Suplemen yang diberikan berupa susu, madu dan gula yang dicampurkan dengan pellet. Untuk takaran sama dengan suplemen yang diberikan pada pakan benih, yakni 1 sendok madu, 1 sendok gula, atau susu kental manis untuk 1 kg pellet.
Untuk penggunaan susu hanya menggunakan dua kaleng dalam masa satu kali masa produksi lele konsumsi dari 10.000 ekor benih yang setara 1 ton lele. Sedangkan untuk gula pasir hanya menggunakan hanya butuh 1,5 kg dan madu sendiri cuman 1 botol. Pemberian suplemen harus diselang-seling, kadang diberi kadang tidak. Tergantung pada Anda, jika budidaya lele Anda ingin cepat panen maka berikan suplemen setiap hari.

3.    Pola Pemberian Pakan
Pemberian pakan lele pada dasarnya sama seperti pola pemberian pakan pada usaha pembenihan. Akan tetapi, porsi dan jenis pakan yang berubah karena disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan lele. Makin besar lele, maka makin banyak pakan yang dibutuhkan. Seperti yang sudah saya uraikan pada artikel budidaya ikan lele menggunakan terpal disebutkan pemberian pakan cukup 3 – 4 sehari, pagi hari pukul 07:00, sore hari pukul 17:00, dan pada malam hari pukul 22:00.

4.    Jumlah Pakan Yang Diberikan
Belum ada yang ukuran yang pasti dalam pemberian pakan pada lele untuk satu ekornya dalam satu hari. Namun, pakan yang diberikan tidak boleh kurang dari 10 % berat tubuh lele. Jika kita bicara budidaya lele, semakin sering diberi makan, secara logika lele akan semakin cepat besar. Artinya pemberian pakan harus sesering mungkin, tetapi jangan sampai berlebihan. Resiko dari seringnya pemberian pakan pada lele akan berpengaruh pada kecepatan keruhnya air. Resiko lainnya juga kolam harus sering dikuras dengan mengganti sebagian air. Namun jika sumber air berasal dari saluran irigasi yang dialirkan melalui pipa ke dalam kolam terpal, airnya tidak perlu diganti hingga masa panen.

5.    Pengontrolan
Dalam budidaya lele jelas yang harus diperhatikan adalah masalah pengontrolan. Maksudnya adalah memastikan apakah usaha budidaya lele yang kita lakukan berjalan sesuai dengan rencana atau tidak. Ada kendala dan masalah atau tidak. Jika terdapat masalah berupa ikan, pakan, air serta kolam, tindakan apa yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Jika kita mengingkinkan budidaya lele yang sukses, maka wajib dilakukan pengontrolan. Jangan berharap untung besar, jika lele kekurangan pakan, airnya kotor, atau bahkan kolam bocor. Sangat diperlukan ketekunan dari Anda sediri.

6.    Pengurasan Kolam
Selama budidaya lele tidak perlu melalukan pengurasan kolam setiap hari, cukup 3 – 5 hari sekali. Karena secara fisik lele sudah kuat dan mempunya daya tahan yang tinggi. Tahapan kerja dalam pengurasan kolam pembesaran sama halnya dengan tahapan pengurasan kolam pada usaha pembenihan.

7.    Penyortiran Ulang
Penyortiran harus dilakukan secara berkala dalam usaha budidaya lele. Untuk selang waktu penyortiran cukup 10 hari atau 2 minggu sekali. Tujuannya, untuk menjaga agar perolehan makanan seimbang dan ukuran lele yang dipelihara seragam.

Pertumbuhan lele yang tidak sama alasan dilakukannya penyortiran. Ada yang cepat besar dan ada yang pertumbuhannay lambat. Jangan kondisi seperti ini dibiarkan karena akan berpengaruh pada hasil yang tidak seragam yang berpengaruh terhadap harga jual lele.

Ada ancaman lainnya jika tidak dilakukan penyortiran dimana ukuran lele yang lebih besar akan memangsa lele yang lebih kecil. Kondisi demikian tentu berdampak pada jumlah ikan pada waktu panen. Untuk mencegah terjadinya kanibal sesama lele, maka diperlukan penyortiran. Lele yang sudah disortir kita pindahkan ke kolam pembesaran yang terpisah sesuai ukuran lele.

Berikut tahapan penyortiran usaha budidaya lele :

    Siapkan peralatan sortir, berupa selang, serokan, dirigen sortir, dan dirigen penapungan.
    Kurangi air kolam menggunakan selang dengan bantuan mesin sirkulasi, hingga ketinggian air mencapai 5 cm.
    Serok lele dengan serokan kain, masukkan kedalam dirigen sortir yang ditempatkan persis di atas dirigen penampungan.
    Lele yang disortir akan tertinggal didalam dirigen sortir, sedangkan lele yang tidak lolos sortir akan berada di dirigen penampungan.
    Pindahkan lele dalam dirigen kedalam dirigen penampungan hasil sortir. Kembalikan lele di dirigen penampungan ke kolam pemeliharaan semula. Sementara itu, lele hasil sortir dipindahkan ke kolam pembesaran lainnya.


Sumber : http://www.academia.edu/6267134/PEMELIHARAAN_LELE_AGAR_BISA_PANEN_UMUR_2_BULAN

Tidak ada komentar:
Write Post a Comment

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it fandi_almizan
Join Our Newsletter