0817-640-3452

Bang Tani Ampelgading - Pemalang 52364

Media informasi untuk mengenal dan mencari informasi dunia tani

Senin, 18 September 2017

Cara Budidaya Ikan Lele

Kontruksi Kolam
Hal pertama yang harus dipersiapkan tentunya wadah budidaya baik itu kolam tanah ataupun kolam terpal yang sudah banyak dipergunakan pembudidaya lele, dan yang akan kita bahas budidaya ikan lele menggunakan kolam terpal.  Terpal yang sudah kita persiapkan sebelum diisi air harus dicuci dengan sabun untuk menghilangkan bau lem atau bahan kimia yang dapat membunuh benih lele.

Setelah kita cuci bersih bagian dalam terpal bilas dengan bersih dan jemur selama satu hari, untuk pemasangan terpal persiapkan alat-alat dan tentu tak lupa bambu untuk peyangga. Setelah selesai pemasangan terpal, kolam diisi air hingga 20 cm. Diamkan air dalam terpal kurang lebih satu minggu untuk proses pembentukan lumut dan untuk pertumbuhan fito plankton.

Pemilihan Benih Lele
Ciri-ciri benih lele unggul dapat kita ketahui dengan cara memperhatikan :

 Gesit, Agresif dan juga Cerah
 Warna Sedikit Lebih Terang
 Benih Terlihat Aktif Melakukan Oksigenasi
 Ukuran Benih Terlihat Sama Rata

Tebar Benih Lele
Untuk ukuran kolam 2m x 1m x 1m untuk mempersiapkan benih kurang lebih 400 jenis lele dumbo/sangkuriang, pada saat pembelian benih lele sebaiknya dilakukan pada malam hari untuk menghindari sinar matahari langsung. Jika kita melakukan budidaya lele dalam jumlah yang besar maka penebaran benih kita akumulasikan dengan perbandingan 1m 100 benih. Benih yang baru dibeli bisa langsung kita masukkan langsung kedalam kolam terpal asal kolam sudah terisi air dan didiamkan selama satu minggu.

Penebaran benih sangat baik kita lakukan pada malam hari atau pada pagi hari sekali karena pada waktu malam atau pagi hari kondisi ari relatif stabil. Setelah lele berumur lebih dari 20 hari, perlu dilakukan penyortiran lele menggunakan bak berukuran 9 – 12 cm. Tujuan dari penyortiran lele pada usia 20 hari, lele yang berukuran lebih kecil akan sulit mendapatkan makanan karena kalah cepat dengan lele yang lebih besar dan bisa memperlambat masa pertumbuhan dari lele tersebut. 

Maka dari awal paling tidak kita harus menyiapkan dua kolam dengan tujuan memisahkan lele yang sudah kita lakukan penyortiran. Jika tidak mempunyai lokasi yang cukup luas kita bisa menggunakan ember untuk menampung lele hasil sortir. Alasannya dilakukan penyortiran adalah lele yang masa perkembangannya kecil agar tidak dimakan oleh lele yang lebih besar, karena lele sendiri termasuk jenis hewan kanibal yang memakan lele yang lebih kecil.

Pengaturan Kualitas Air

Kolam terpal yang berada langsung dibawah sinar matahari akan mengalami penguapan maka diperlukan tambahan air sampai pada posisi semula, oleh karena itu pipa saluran pembuangan perlu untuk diberikan tanda meter agar kita dapat kontrol ketinggian air. Pada bulan pertama ketinggian air cukup 20 cm, bulan kedua 40 cm dan bulan ketiga 80 cm.

Perlu diperhatikan pula pada warna air, kualitas air untuk budidaya lele  berwarna hijau. Lele sendiri tidak suka akan air jernih. Agar lele tidak merasakan panas pada siang hari perlu penambahan tanaman air sebagai peneduh seperti, enceng gondok, daun talas, dan kangkung. Tanaman air tidak hanya berfungsi sebagai peneduh tapi juga  dapat menyerap racun yang terkandung dalam air kolam. Air kolam akan berubah warna menjadi merah ketika lele sudah dewasa dan siap untuk panen.

Tingkat Kejernihan Air
Pada dasarnya lele tidak suka air yang jernih. Hal ini dapat dilihat dari bentuk tubuhnya dan sifat ikan lele. Pemberian pakan malam menyebabkan lele tidak perlua penglihatan yang baik. Bentuk tubuh lele memiliki kumis disekita mulut hal ini berfungsi untuk meraba makanan. Sistem pernapasan lele menggunakan labirin, yang berarti tidak bergantung pada oksigen terlarut dalam air. 

Maka dengan kondisi pernapasan lele yang seperti itu, lele dapat hidup di air berlumpur. Sesuai keterangan bahwa ikan lele tidak suka akan air yang jernih, kita tidak bisa sembarangan memasukkan air ke kolam budidaya. Untuk menangkal penyakit yang dibawa air pertama yang kita masukkan dengan memberikan daun seperti yang sudah saya paparkan diatas sehingga air berwarna hijau.

Pakan Lele

Untuk memberikan pakan pada lele dilakukan tiga kali sehari yakni pada jam 07:00 pagi, 17:00 sore dan juga 22:00 malam. Pemberian pakan tidak harus 3 kali sehari, bisa 4 kali, tergantung kebutuhan makan pada lele. Tidak perlu berlebihan dalam memberikan makanan untuk lele karena berakibat timbulnya berbagai macam jenis penyakit akibat pakan yang mengendap yang tidak termakan oleh lele dan menyebabkan amonia beracun.

Proses pemberian pakan dengan menggunakan jenis pelet ikan PF 1000 dan pl 1 jika pemberian pakan PF 1000 dengan ukuran 1 kg sudah habis. Untuk pemberian pakan tidak hanya dengan pelet saja, kita juga bisa memberikan kroto semut rangrang pakan seperti ini akan lebih efektif dan efisien.

Pengendalian Hama dan Penyakit
Untuk menjaga keberhasilan budidaya lele, persoalan hama dan penyakit tidak bisa dianggap biasa karena akan berpengaruh dalam jumlah produksi. Untuk menjaga dari hama seperti binatang yang ada disekitar kita seperti kucing, perlu diberikan penutup jala diatas kolam terpal. Untuk penyakit bisa kita berikan obat-obatan yang sudah banyak tersedia di toko-toko perikanan, tergantung pada jenis penyakit yang menjangkit pada lele.

Masa Panen
Jika sudah masuk bulan ketiga atau 90 hari, lele akan dipanen. Panen lele dilakukan dengan penyortiran dengan memilih lele yang layak untuk dijual atau dikonsumsi untuk ukurannya 4 – 7 ekor per kg atau sesuai dengan keinginan pembeli, sedangkan untuk ukuran yang lebih kecil bisa kita pelihara kembali.



Sumber : http://www.seputarikan.com/2016/03/budidaya-ikan-lele-di-kolam-terpa.html

Tidak ada komentar:
Write Post a Comment

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it fandi_almizan
Join Our Newsletter