0817-640-3452

Bang Tani Ampelgading - Pemalang 52364

Media informasi untuk mengenal dan mencari informasi dunia tani

Senin, 07 Agustus 2017

Pola Tanam

Pola tanam pada dasarnya merupakan masalah pelaksanaan usaha tani di tingkat lapangan yang dilakukan oleh petani untuk mendapatkan hasil produksi yang mempunyai nilai ekonomi yang memadai dan juga unsur kelestarian potensi sumber daya alam (kesuburan tanah). 

Banyak faktor-faktor yang turut menentukan keberhasilan pelaksanaan pola tanam, antara lain : iklim, pengairan, jenis tanaman, kesuburan tanah juga hama dan penyakit. Namun demikian upaya yang mengarah pada perbaikan pola tanam selalu dapat dilakukan.

Pada kenyataannya pola tanam yang dijumpai dilapangan masih banyak yang sifatnya tradisional, dalam arti bahwa pola tanam ini belum bisa mengatasi resiko-resiko yang dihadapi, disamping itu juga apabila pola tanam tersebut telah dilakukan sifatnya baru taraf keinginan-keinginan, belum memperimbangkan situasi dan kondisi alam lingkungannya.

Yang dimaksud Pola Tanam adalaha “Kerangka pendayagunaan lahan pertanian, untuk budidaya pertanian, pada suatu wilayah tertentu, dan jangka waktu tertentu”. 
Adapun lahan pertanian disini meliputi :
1.    Lahan Sawah, digolongkan menjadi 3 yaitu :
-    Sawah teknis
-    Sawah ½ teknis
-    Sawah tadah hujan

2.    Lahan Kering berupa tegalan dan pekarangan.
Adapun Budidaya Pertanian meliputi berbagai jenis tanaman, baik tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan. Pengertian Wilayah berkaitan dengan lokasi luas atau jumlah komoditi yang diusahakan. Sedangkan Waktu menyangkut urutan atau jadwal penanaman jenis komoditi.

Macam Tanaman, Tata Letak dan Waktu
Macam tanaman yang diusahakan petani diatas lahannya sangat dipengaruhi oleh :
a.    Sifat keterikatannya dengan keadaan sosial budaya masyarakat setempat.
b.    Kesesuaian dengan persyaratan egronomis, jenis tanah, air dan iklim setempat.
c.    Kesesuaian dengan kebutuhan, baik individu maupun pasar.
d.   Kesesuaian antara jenis tanaman yang satu dengan yang lain bila ditanam dalam satu lokasi (hubungan simbiose mutualistis).

Tata letak tanaman dapat dijabarkan dalam berbagai hal :
a.    Tata Ruang dalam hal ini gambarnya adalah letak jenis tanaman yang satu dengan tanaman lain akan tampak.
b.    Jarak tanam yaitu jarak penanaman tanaman satu dengan tanaman yang lain.
c.    Tata Volume yaitu jumlah volume tanaman dalam satu kawasan tertentu.
Tata Waktu secara populair dikenal para petani dengan nama “Rotasi Tanaman” yang biasa digambarkan dalam “Skema Rotasi”.

Dalam hal ini meliputi :
a.    Kapan masing-masing jenis tanaman tersebut ditanam.
b.    Berapa lama okupsi waktu yang diperlukan oleh masing-masing jenis tanam s/d panen.
c.    Berapa lama siklus suatu rotasi tanam yang ada dilokasi tertentu.
Dari ke tida hal diatas, dikenal adanya frequensi panen dalam kesatuan waktu tertentu frequensi dalam satu tahun dsb : Intensitas Panen ( IP )

Perbaikan Pola Tanam
Pola tanam adalah suatu yang “dinamis” atau “progresif”, berkembang, berubah sesuai dengan perkembangan kebutuhan/permintaan. Perbaikan pola tanam berarti memberikan arah agar perubahan atau perkembangan pola tanam tidak salah perhitungan. Pola tanam yang baik berarti pola tanam yang produktif, menguntungkan dan mengandung resiko sekecil mungkin.

Memperbaiki pola tanam dimulai dengan mempersiapkan pola tanam yang akan diterapkan pada waktu yang akan datang hal ini berarti mempersiapkan design dari “Pola” yang dinilai baik. Adanya eksplotasi hama akhir-akhir ini terjadi akibat pelaksanaan pola tanam yang tidak tepat (momoton)dalam arti bahwa penanaman satu jenis tanaman/varietas secara terus-menerus di suatu lokasi (petani terlena dengan keberhasilan yang sesaat) sehingga menimbulkan kekebalan terhadap hama tertentu. Dengan adanya pelaksanaan pola tanam yang tepat juga bertujuan untuk mematahkan serangan hama terhadap suatu tanaman.

Pada dasarnya perbaikan pola tanam merupakan paket kegiatan sebagai landasan sekaligus penunjang terhadap program-program pembangunan pertanian yang telah berjalan. 
Dari uraian diatas dapat disimpulkan :
1.    Pola tanam disusun dan dilaksanakan atas dasar keputusan petani sendiri lewat proses musyawarah dalam kelompok tani.
2.    Pola tanam berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan situasu, kondisi.
3.    Kegiatan pola tanam merupakan kegiatan tetap yang berkelanjutan yaitu pada setiap menyusun pola tanam untuk satu siklus diikuti dengan pola tanam siklus berikutnya tepat pada waktunya.
4.    Upaya perbaikan pola tanam termasuk dalam kegiatannya, dalam istilah Pembangunan Pertanian sering disebut Pertanian Terpadu yang ruang lingkupnya meliputi tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Demi keberhasilan pelaksanaan pola tanam perlu adanya peningkatan pembinaan kelompok tani agar bisa mengembangkan diri baik di Bidang kelembagaan maupun aktivitas untuk itu perlu kegiatan bimbingan dan penyuluhan pertanian dengan balai penyuluhan pertanian yang ada di daerah-daerah.


Sumber : Majalah Krida (Agus Purwoko Djati). Edisi 176. Hal 36

Tidak ada komentar:
Write Post a Comment

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it fandi_almizan
Join Our Newsletter